Penerimaan hasil ulangan….
Dengan wajah tertunduk susah, Pak Guru memandangi nilai ulangan murid-muridnya yang menyedihkan. Dengan gontai, Pak Iruhi berjalan menyusuri bangku membagikan hasil ulangan.
Dia memandangi Shikamaru lama, lalu memberikan hasil ulangan. Lalu dengan senyuman kecut, dia berjalan ke arah depan. “Haih haih…. Membuat kalian duduk didepan pun tidak membuat nilai kalian membaik.” Ujarnya kepada Kiba dan Naruto sambil geleng-geleng kepala.
Sebelum mengakhiri kelasnya, Iruhi menyuruh Shikamaru, Naruto dan Kiba menghadap guru BP, Kakashi.
-------
“Nilai kalian di kelas pak Iruhi, jeblok melulu. Terutama kau, Shikamaru, kenapa 3 kali berturut-turut nilai Mekanika-mu jeblok terus? Padahal untuk ke-3 materi sebelumnya yang lebih susah, nilaimu bagus.
Shikamaru dengan cuek memandangi Kakashi sambil mengangkat bahu sedikit.
Begini, kalian diharuskan untuk ikut tutoring tambahan dengan anak-anak dari kelas A. Sayang sekali Akagi tidak bisa membantu kalian sekarang, dia sibuk menyiapkan ujian akhir dan masuk perguruan tinggi.
Hati Naruto dan Kiba gembira bukan kepalang. Teringat mimpi buruk bersama Akagi, Gori-chan yang super keras dan mendorong mereka sampai ke batas kesabaran. Kalau mereka melawan, siswa bertubuh king kong yang wajahnya super menakutkan. ini akan menghajar mereka.
“Lah, pilihan kalian tinggal 2 orang siswa dari kelas A ini… hmmm…. Neiji dan Sasuke….”
Naruto langsung mendengungkan ketidaksukaan saat mendengar nama mereka: “Dasar, yang satu Banci Kejam, yang satu Playboy kelas Tomat sayur…..”
“Hah, Shikamaru dan Kiba, kalian pilih mana?”
“Lho, Bapak kok tidak nanya saya?” Naruto protes.
Kakashi tersenyum. “Lha, kamu ama dua-duanya tidak mau….”
“Grrrrr…”
Kiba memilih Neji. Shikamaru memilih Sasuke. “Kayaknya, dia tidak secerewet yang satunya…..”
Kakashi segera menelpon hape Neiji.
“Heee… kamu tidak terima murid cowok? Kenapa?”
“Oooooo…. Kejadian itu….”
“Wah, Kiba, kayaknya kamu harus ikutan kelas Sasuke. Rupanya Neiji belum melupakan kejadian dengan salah satu tutee-nya yang tatanan rambutnya mirip batok kelapa itu. Murid itu terlalu antusias.”
------
Sore itu dalam kelas tutoring….
Naruto dan Kiba dengan malas menduduki bangku yang sudah tersedia. Shikamaru belum datang. Tiba-tiba suara ketokan nan lembut di pintu menarik perhatian mereka, masuklah seorang siswa yang sangat manis.
“Kenalkan nama saya Hayate, mohon petunjuk.” Sambil membungkuk.
Naruto dengan antusias bertanya:
“Wow, kamu murid kelas mana?”
“Kelas B.”
“Sini duduk disamping ku.”
“Terimakasih.”
Tiba-tiba Sasuke masuk dengan cepat. Dengan cepat, dia membagikan kertas berisi soal-soal dan menyuruh mereka mengerjakannya. Dia duduk di bangku lain yang agak jauh dengan tuteenya sibuk mengerjakan PRnya sendiri.
Mata Naruto langsung berkunang-kunang melihat segudang soal itu. Kiba garuk-garuk. Sedang Hayate berusaha mengerjakan.
Naruto semakin jengkel melihat Sasuke yang terlihat cuek mengerjakan soal. Dia berdiri dari bangkunya dan berjalan kearahnya.
“Hei! Aku tidak bisa mengerjakan satu soal pun! Ini memang betul soal tentang Mekanika?!!!!”
Sasuke memandangi Naruto dari balik kacamatanya. “Betul, itu bahkan soal dasar tinggal masuk rumus yang jelas2 sudah diajarkan di kelasmu. Buka buku teks-mu.”
“Grrrr…..”
Shikamaru yang datang terlambat, langsung menyelonong dan berdiri didepan Sasuke meminta soal.
“Hei, kalau soal ini sudah selesai kukerjakan, tutoringnya selesai?”
Sasuke mengernyit, “Ya, tapi kalau betul semua.”
Shikamaru dengan sigap duduk dibelakang Sasuke dan mengerjakannya dengan cepat.
--------
5 menit kemudian….
“Ini sudah…..” Shikamaru menyodorkan ke Sasuke yang keheranan.
Sasuke sangat terkejut saat melihat jawaban Shikamaru yang betul semua tanpa melihat buku teks.
“Hei, tolong bilang kalau aku ikut tutoring pulangnya ama anak –anak ini.” Ujar Shikamaru sambil nunjuk-nunjuk Naruto, Kiba dan Hayate setelah itu, dia pun kabur,
Sasuke mengangguk keheranan.
----------
3 jam kemudian…..
Sasuke berhenti membaca setelah selesai membuat tugas-tugasnya. Dia menutup buku dan mulai mengelilingi tutee-nya.
Naruto…. Wajah Sasuke memerah padam menahan tawa. “Apa?!” Naruto memandangi Sasuke dengan muka kemerahan.
Kiba….. “Yah.. lumayan ada yang benar beberapa soal.”
Hayate…. “ yang tinggal masuk rumus, betul semua tapi yang lainnya, lebih banyak salahnya.
-----------
Sasuke memutuskan untuk memberikan petunjuk kepada Kiba dulu. “Oh iya ya….” Kiba menggaruk kepalanya dengan bolpen.
Lalu menuju Hayate. Sasuke memberikan petunjuk, tapi Hayate masih bingung. “Maaf, saya membolos untuk materi itu saat sekolah di tempat dulu.” Ujarnya sambil tersenyum manis.
Sasuke lalu menuliskan beberapa buku materi yang harus dibaca Hayate…..
Melihat list-nya, “Ini pembantaian….” Ujarnya menderita dalam hati.
Untuk Naruto….
Sasuke terpaksa menuliskan rumus dan menyuruh Naruto menuliskan satu persatu angka-angka dalam soal yang bersesuaian dengan abjad rumus.
t = waktu =
Vo = kecepatan awal =
v = percepatan =
--------
“Fuih, akhirnya pulang…. Aku lapar…”
Naruto memandangi jam di dinding koridor sekolah.
“Hei, Hayate, kenapa kelihatan susah?”
“Huhuhu….aku harus membaca buku sebegini banyak…. Hiks”
Tangan Naruto gemetaran saat membaca list buku yang harus dilahap Hayate. “Ini… ini…. Betul-betul keterlaluan….”
“Lho itu
“Kok belum pulang? Ngapain?”
Shikamaru terlihat kaget dan berusaha menyembunyikan sekarung barang.
Kiba menarik dengan paksa karung itu. “Apa ini? Ngapain kamu ngumpulin kaleng bekas?” Sedang Naruto tertawa terbahak-bahak, sedang Hayate terharu, “ Nanti kalau Nona mengijinkan, saya akan membantumu mengumpulkan kaleng bekas demi kebersihan sekolah ini.”
“Cerewet! Ini urusanku.” Shikamaru dengan cepat mengangkat karung berisi kaleng bekas itu.
“Pulang sama-sama, yuk… arah jalan pulang kita
“Ya, jelas sama…. Karena kita satu asrama..” Kiba menggerutu keheranan
“Lho, Hayate.. kamu tinggal dimana?”
“Pulang ke rumah majikan….”
“Majikanmu baik?”
“Baik dan sangat manis….”
“Wah cewek donk…”
“Ya…. Seorang ojosanma yang berhati mulia….”
“Hore… kapan-kapan kenalin donk ke kita-kita…” Naruto menodong Hayate.
“I… i…. ya…..” Hayate memegangi kepalanya. Hayate-pun segera pamit, begitu ada lampu terang dari mobil yang menjemputnya.
-------
“Hei…. Lihat asrama lama itu…. Pintu pagarnya terbuka… lumayan buat hang out….” Kiba memandangi pintu pagar besi yang hampir roboh.
“Tapi katanya seram disitu….” Naruto bergidik melihat bangunan rusak itu,
“Pengecut…..”Kiba mengejeknya. “Pokoknya nanti malam kita ke
-------
Kiba dan Naruto mulai memasuki ruangan hall di asrama kuno itu. Bau sarang laba-laba dan debu menyengat hidung mereka. “Uhuk uhuk uhuk….”
Mereka mulai menyusuri tangga naik. Naruto ke kiri dan Kiba ke kanan. Naruto mulai menyusuri tangga ke lantai dua. Dia membuka pintu kamar di lantai 2 satu persatu.
Suara deruan angin dari palang-palang kayu yang menutup jendela membuat hati Naruto bergidik. Angin dingin yang menyeruak dari dalam ruangan apek itu mulai menusuk dagingnya yang sudah tertutup jaket tebal. Decitan pintu membuat hatinya ciut. Naruto pun memasuki ruangan itu.
Angin yang membuat sebongkah kursi goyang berdecit bergerak-gerak membuat Naruto hampir saja melompat keluar jendela. Narutopun segera berlari keluar kamar.
Hatinya memutuskan untuk mengajak Kiba pulang ke asrama mereka.
Tapi alangkah terkejutnya Naruto saat melihat ujung koridor diluar kamar itu…
--------
Dia sangat terkejut dengan keberadaan cermin di ujung koridor yang dia yakin tadi tidak ada disitu. Naruto terus memandangi cermin itu dengan keheranan. Diapun mendekati cermin itu. Dia menyentuh dan mengelus cermin itu sambil berjongkok. “
Naruto pun berdiri. Dia pun berjalan menjauhi cermin itu. Tiba-tiba, ingatan akan pertarungannya dengan Gaara + Shukaku membuatnya tercekat. Dia memandangi telapak tangannya. “Tidak ada debu?!”
Naruto-pun membalik tubuhnya dengan cepat memandangi cermin itu.
Mulutnya ternganga saat dia memandang apa yang ada didalam cermin…
--------
Naruto didalam cermin, berdiri diam kaku memandangi dia dari dalam cermin. Disampingnya ada seorang gadis.
Naruto dengan cepat menoleh kekirinya. Tidak ada orang, Naruto melihat cermin lagi, tidak ada gadis itu lagi dalam cermin. Tiba-tiba, seluruh dinding koridor yang ada dalam bayangan cermin menghitam dan keluar tulisan-tulisan aneh merah menyala seperti bara.
Begitu banyak suara-suara seperti membaca mantra dan membuat Naruto pusing dan pingsan.
------
Suara teriakan Shikamaru memarahi Kiba membuat Naruto bangun.
“Baka! sudah tahu dia penakut, ngajak dia ke tempat begitu!”
Naruto pun membuka matanya dan duduk. “Aduuuh…” sambil memegangi kepalanya.
Kiba meneriakinya “Dasar bodoh, kenapa tidak panggil aku aja dari lantai 2.”
“Eeee…..” Naruto coba menyadarkan dirinya. Dengan sedikit terseok, Naruto berjalan ke asrama. Bayangan gadis yang berdiri bersamanya didalam cermin terus terbayang. Dia terus memikirkan kenapa gadis itu menunduk sambil terus menyentuhkan ujung jari telunjuk tangan-tangannya.
-------
Dalam kamar asrama berisi 4 orang. Ranjang susun 2 menghiasi kamar itu berikut dengan 2 meja belajar dan 4 kursi.
Saat akan tidur,
Kiba dengan tiba-tiba menggelantung dari ranjang bagian atas dan “Boooooo…” berusaha membuat kaget Shikamaru yang tidur di bawahnya. Tapi Shikamaru terlihat melamun dan sama sekali tidak kaget. Reaksi Shikamaru membuat punggungnya seketika terasa tertarik. “Au au….”
“Ngapain sih ngumpulin kaleng bekas?” Kiba penasaran.
“Kamu lihat pertandingan Neiji?”
“Iya….”
“Aku jadi ingin tahu bagaimana bentuk pusaran Neiji yang sebenarnya.”
“Heee? Buat apa?”
“Ya… penasaran aja….”
“Ooopps… kamu mau membantu Temari yang akan melawan Neiji bulan depan
Shikamaru merengut tidak suka. Dia lalu mengalihkan pandangan kepada Naruto yang sudah tidur pulas sambil terus mengigau.
“Lho…. Kemana lagi anak itu?” Shikamaru melihat ranjang atas Naruto.
--------
Tutoring hari ke 2….
Naruto merasa lesu dan tidak enak badan. Dia minta ijin Sasuke untuk istirahat kembali ke kamar….
-------
Setengah jam sebelumnya…..
Naruto merasa bosan. Iseng-iseng dia mematut dirinya dikaca pintu ruangan kepala sekolah. Dari kaca itu seluruh ruangan koridor terlihat jelas berikut dengan loker-lokernya.
Sasuke lewat dan menyuruhnya segera masuk kelas. “Grrrr.” Naruto menggumam tidak suka. Alangkah terkejutnya dia saat melihat ke kaca pintu. Gadis yang dia lihat di dalam asrama kuno lalu terlihat melintas berjalan menunduk. “Hiiiiii…… “ Naruto-pun berlari dan melompat kearah Sasuke dan memeluk Sasuke. Seluruh murid yang memandang kejadian itu tertawa terbahak-bahak. Sasuke-pun sangat murka…. Dia langsung membanting Naruto ke lantai sampai tak sengaja kepala Naruto terjedok tembok.
The Mirrors, the Haunted in