meww

meww
meww

Jumat, 24 Desember 2010

Enaknya judulnya apa?

Dalam suatu rumah besar…
Hidupnya seorang jenderal besar. General Li Shang Shun. The north general. Especially ‘taken care of’ the savage, brave and unmerciful Mongolian from the North.
He has 2 sons. The oldest was a successful commander of platoon, Li Zhen Ming. His youngest called Li Zhen Cai. Zhen Cai is still very young, only thirteen, but a bad thing happened to him. His father and whole family accused him to have betray his family, he was accused to have sold the family stamp to the enemy and according to jia fa (the law of the family), he must be banned to far west without any precious things he could use.
Zhen Cai merasa tidak terima. Dia bersumpah dihadapan keluarganya kalau bukan dia yang mencurinya. Bahkan dia tidak mengenal penadahnya.
Zhen Cai pun pergi dari rumah tanpa sepeser uangpun hanya pinjam baju pelayan rumahnya. Dia menyamar jadi seorang anak perempuan dan menyusup sebagai pelayan di suatu rumah yang dia curigai ada hubungannya dengan penadah. Rumah seorang menteri yang benci pada ayahnya. Menteri yang ternyata doyan daun muda ini melihat wajah Zhen Cai sangat elok. “Nanti kalau kamu udah berumur 16 tahun, kamu jadi istriku ya..”
“Yay…” Zhen Cai tercekat. Dia tersenyum meringis sambil menaruh teh dan dian xin (kue) di meja. Dengan tetap berusaha tenang, Zhen Cai berusaha meneruskan penyelidikan.
Suatu malam, dia melihat pak Menteri dengan tergesa menuju ruangannya. Seorang berjubah hitam muncul dari kegelapan pojok ruangan setelah menteri masuk. Dia memberikan kertas dan dibaca menteri lalu setelah dibaca dengan wajah tegang, dibakarlah kertas itu oleh menteri itu lalu membuang kertas itu di semacam tong sampah. Menteri itu lalu keluar dari ruangannya.
Zhen Cai langsung masuk ke dalam ruangan itu begitu dia melihat bayangan hitam orang berjubah hitam itu pergi menghilang di balik kegelapan malam. Dengan hati2 dia mengamati sisa abu kertas itu dan berusaha membaca bentukan gambar tulisan yang punya warna abu sedikit berbeda dengan kertas. Nama sebuah tempat dan waktu.
Zhen Cai pun menyelinap dengan cepat keluar rumah itu dan berlari menuju rumahnya dan menancapkan pesan dengan sebilah pisau yang dia lontarkan dari atap rumah ke daun pintu kamar ayahnya.
Ayahnya terbangun dan mengambil pedangnya lalu dengan hati2 membuka pintu dan menemukan pesan.
Tulisan Zhen Cai yang dikenalnya. Diremasnya kertas itu dan dibuang di pojokan.
--
Esok malamnya, jenderal Li tidak bisa tidur. Dia terus memikirkan note itu. Dia pun menghubungi anak buah kepercayaannya dan memobilisasi beberapa dari mereka yang tangguh. Bersama anak tertuanya, dia menuju ke tempat dalam note Zhen Cai.
Alangkah terkejutnya si jenderal melihat begitu banyak pao zhu (barang berharga) dari rumahnya yang dipakai tempat itu seperti Ling Bai (papan tanda pengenal) keluarganya yang pernah hilang. “Ada apa ini?”
----
Tiba-tiba kelompok jenderal ini dikepung banyak tentara. Dengan pongah, si menteri keluar, “Li jiang zhuin, tertangkap basah kau! Kaulah yang selama ini menjual barang2 berharga di istana!” Menteri itu menunjuk.
“Hei! Ada apa ini? Apa.. apa Zhen Cai mengkhianatiku?” hatinya marah dan sedih.
----
Zhen Cai dengan gemeretak menunggu di persembunyiannya. Dia menanti sesuatu…
----
Tapi keadaan disana sudah begitu kacau, Zhen Cai mau tak mau keluar untuk membela ayahnya. Dia pun menohok menteri dengan perkataannya kalau menteri ada terima suap dari pihak Korea agar upeti yang harus diserahkan kepada kaisar lebih sedikit. Tapi dia tidak punya bukti kuat.
Ayahnya yang sangat marah sudah tidak bisa mendengar perkataan Zhen Cai lagi dengan sekeras mungkin, jenderal Li memukul Zhen Cai dengan kung funya sehingga Zhen Cai terdorong dekat bibir teping dan sebelum jatuh, Zhen Cai berkata “Fu jin, deng ke jiao pa…” Dengan wajah tenang, Zhen Cai terjatuh dari tebing. Tangis dan kemarahan jenderal Li jadi satu memandangi Zhen Cai yang terjatuh ke jurang.
----
Jenderal Li dan kelompok kecilnya dibawa ke hadapan raja. Sejenak menteri diatas angin dengan penuh keyakinan membeberkan bukti. Tapi… datanglah pengawal raja… setelah berbisik sesuatu, si pengawal pun pergi.
“Menteri… zhen… wen ni… Rumahmu itu yang di pojok kota kan?”
“Ya…. Raja..” Menteri itu dengan sedikit berbungkuk.
“Kenapa dari rumahmu ada jalan rahasia ke suatu gudang beras di kota yang isinya banyak sekali barang berharga milik kerajaan?”
“Itu itu….. “ Menteri itu sangat terkejut.
“Lalu… sepatu dan baju kamu ada tersangkut sisa-sisa jerami dan suatu hal yang istimewa dari dalam gudang itu… yakni bekas kulit telur sisa tetasan anak burung seriti yang hanya mau bersarang di gudang beras itu.”
“Raja… yen wang yen wang….” Menteri itu berteriak berkeras dia sudah difitnah.
Raja pun memerintahkan agar papan belenggu dilepaskan dari jenderal. Raja pun berkata “Aku sangat ingin ketemu anakmu, Zhen Cai… tapi sayang… tanpa dia, kasus pencurian ini tidak akan terbongkar….”
Jenderal terduduk berlinang air mata dengan lemas tersadar dia sudah salah menuduh anaknya yang kencur itu. Bayangan wajah Zhen Cai sebelum terjatuh dari tebing selalu menghantui ingatannya.
----
“Hei… ada sosok mayat… itu hanyut…”
“Iya… ayo…angkat dia…”
“Eit.. dia masih hidup… huah… dijual saja jadi budak… walau kecil, dia kelihatan tegap.”
----
“Berapa harga anak ini?”
“Jual dia jadi budak biasa, bisa rugi kamu. Anak ini kelihatan bagus… Jual aja jadi kasim… harganya pasti lebih tinggi.”
“HUah ada intrik lagi dalam kerajaan sampai beli kasim segala..”
“Yah dengar2 banyak kasim yang mati…”
---
Seorang kasim berjalan cepat. “Tugasmu membersihkan gudang ini tiap hari. Teh hangat harus terus tersedia di meja itu. Jangan lelet. Ayo kerja! Tolah toleh aja! Cieh..” dengan berlenggang sedikit gemulai kasim itu pergi. “Oh ya..” Kasim itu berhenti… “Ingat ya… nama kamu sekarang adalah Xiao Gui Zi.”
---
Keseharian Xiao Gui Zi…
Dia membersihkan gudang itu. Kasim yang paling muda di istana itu. Kadang dia melihat seorang kasim tua dengan baju yang jauh lebih mewah memasuki gudang yang dia bersihkan dan berlatih jurus2 kungfu tapi dia tidak tertarik untuk melihat kungfu itu. Dia lebih ingin ingat siapa dia? Kenapa tiba-tiba dia harus jadi kasim?
Suatu hari…
Dia melihat bayangan berkelebat cepat dan terjun dengan cepat kearah gudang dimana kasim tua itu masih berlatih.


http://www.jiawen.net/Chinesenames.html
http://www.mandarintools.com/chinesename.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar